Jumat, 15 Januari 2021

2020

                                                       TAHUN 2020

Setiap tahun berganti,banyak kenangan yang sudah terlewati,baik itu kenangan manis,pahit,suka maupun duka,tetapi kita selalu mensyukurinya dan berharap di tahun yang baru akan datang kebahagiaan.

Sama halnya dengan tahun ini,kita semua berharap akan datang kebahagiaan dan keceriaan,tetapi harapan tinggal harapan,memasuki awal tahun tepatnya tanggal 1 Januari 2020 bencana banjir datang,banjir yang sangat dahsyat,benar-benar tidak diduga yang pada awalnya kami pikir banjir hanya sekitar 30cm kali itu banjir masuk kedalam rumah sampai sedada orang dewasa sekitar 1 meter 20 cm.

Banyak barang-barang yang rusak, terutama barang elektronik seperti televisi,laptop,kipas angin,kulkas dan barang-barang yang lainnya.Bukan hanya itu berkas-berkas juga banyak yang rusak,buku-buku pelajaran anakku ikut rusak tidak bisa dipergunakan lagi.

Banjir waktu itu seperti banjir bandang,tidak hanya menyapu pepohonan yang ada,bangunan semi permanenpun ikut tersapu air banjir yang bisa dibilang seperti tsunami kecil karena seperti ada arus kencang yang meluluhlantahkan apapun yang dilewatinya.

Detik-detik sebelum banjir datang, pada tanggal 31 Desember 2019 hujan terus menerus dari sore hari sampai keesokan harinya dengan intensitas ringan,sedang dan lebat.Pagi hari tanggal 1 Januari 2020 air kali sudah cukup tinggi naiknya dan kondisi hujan gerimis,air got sudah mulai naik. 

Aku langsung mempersiapkan baju-baju anakku,aku dan suami untuk dibawa mengungsi,barang-barang,pakaian hanya aku naikkan satu baris,karena tidak terfikir banjirnya akan tinggi,karena rumah sudah direnovasi tahun 2017 ditinggikan sekitar 80 cm,jadi berfikir air tidak akan masuk rumah hanya sampai teras saja.

Saat aku beres-beres, anakku aku suruh mandi dan siap-siap untuk mengungsi, untungnya kami semua sudah sarapan pagi karena aku dan suami sudah bangun sejak shubuh. Mamah kebetulan sedang pergi keluar kota dengan kakakku dan sedang menuju balik ke rumah tapi terhadang banjir di jalan tol.

Air begitu cepat naik,ada sekitar 3 tas yang aku siapkan untuk mengungsi,listrik sudah aku cabut semua dari colokannya.Pada saat air sudah masuk teras dan rumah sekitar 10cm,kami semua masih diam didalam rumah,tapi air tiba-tiba saja naik dengan cepatnya,motor sudah tidak bisa diungsikan ke belakang karena air di jalan sudah sekitar 30cm dan arusnya cukup deras. 

Kami semua masuk rumah dan menutup pintu, ketika air sudah sekitar 40cm didalam rumah aku dan suami baru teringat bahwa anak kami belum diungsikan dan akhirnya dia diungsikan kerumah tetangga lewat genteng, saat anakku diungsikan,aku siap-siap untuk ngungsi juga, aku kumpulkan seluruh keberanianku untuk naik tangga dan melewati genteng-genteng rumahku untuk sampai kerumah tetangga, sebagai catatan badanku tinggi dan gemuk,jadi kalau aku salah injak maka genteng akan pecah.

Trauma pasti ada,karena setiap kali ada hujan besar kami terbangun dan tidak bisa tidur kembali,takut kalau-kalau banjir datang lagi. Ibu dan anakku mengungsi kerumah kakakku selama seminggu karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk mereka tempati.

Suamiku terpaksa ijin dari kantornya selama 4 hari karena motor yang biasa untuk berangkat kerja terendam dan butuh waktu untuk diperbaiki.Kami berdua perlu waktu 3 hari untuk bersih-bersih rumah dibantu oleh kakak-kakakku dan beberapa orang lain,tetapi itu belum benar-benar bersih hanya menghilangkan lumpur yang terlihat. Butuh waktu sekitar 1 bulan untuk membersihkan rumah dan perabotan dari lumpur bekas banjir yang dahsyat itu.Itupun masih ada yang belum benar-benar bersih.

Selesai bencana banjir datanglah bencana lain yaitu wabah COVID 19,yang lebih dikenal sebagai Corona,Bulan Maret tepatnya tgl 17 Maret 2020 itu pertama kali anak-anak belajar dari rumah secara online.

Pada awalnya anak-anak senang dan menikmati pengalaman baru,tetapi setelah beberapa bulan dan mendekati kenaikan kelas,mereka mulai bosan,karena tidak bisa bermain keluar bersama teman-teman,tidak bisa bertemu guru-guru mereka.

Tahun ajaran baru dimulai, anak-anak masih belajar dari rumah, mereka naik kelas dan mendapat wali kelas yang baru tetapi teman kelas yang sama.

Tahun 2020 benar-benar tahun yang penuh dengan ujian, bulan Oktober kami kebanjiran lagi walau tidak sedahsyat bulan Januari, banjir itu datang malam hari, mamah dan anakku sudah diungsikan kerumah tetangga yang rumahnya lebih tinggi.

Kali ini motor dan elektronik sempat diselamatkan, kebetulan saat itu kami punya hewan peliharaan,mereka kami ungsikan ke atap rumah,dan aku beserta suami mengungsi kerumah tetangga sebelah lewat tangga,tapi kali ini lewat depan jadi lebih dekat.

Singkat cerita mamahku diungsikan kerumah kakakku,anakku tetap menginap dirumah tetangga yang kebetulan memiliki anak sebaya dengan anakku. Banjir bulan Oktober datang pada saat hari Sabtu malam minggu. 

Banjir yang kedua ini suamiku ijin 3 hari dan kami dibantu oleh kakak iparku untuk bersih-bersih. Selama banjir di lapangan belakang diadakan posko banjir,kebetulan sebagian besar dari mereka tidak terkena banjir.

Posko itu ada selama seminggu,mensubsidi makan siang dan malam. Kami bersyukur memiliki tetangga-tetangga yang memiliki jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi. Kami yang terkena banjir tidak merasakan namanya kelaparan dan kehausan.

Kerusakan yang diakibatkan banjir yang kedua ini tidak terlalu banyak,karena baju2 masih aku simpan dalam plastik didalam lemari, barang elektronik sebagian besar diungsikan kerumah tetangga sebelah.

Dibalik segala macam bencana yang menimpa, aku bisa mengambil hikmahnya, mungkin aku kurang bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan padaku dan keluargaku.

Posko bencana berubah fungsi menjadi tempat kumpul - kumpul dan makan - makan untuk penyegaran pikiran juga menghilangkan segala penat. 

Singkat cerita akhir tahun 2020, lingkungan Rt kami memiliki sebuah bangunan untuk fasilitas umum yang kegunaannya diperuntukkan untuk para warga Rt. Bangunan itu diberi nama PLATARAN, dari kita untuk kita.

Tahun 2020 bukan tahun terbaik untuk kita semua, terutama kami yang terkena bencana, tetapi kami tetap berharap dan berdo'a semoga tahun 2021 jauh lebih baik dari tahun 2020.













Tidak ada komentar: